LIBRA (LITERASI BERSAMA DI HARI RABU)

 Rabu, 7 Februari 2024 


Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian. Sementara menulis adalah mengungkapkan pemikiran dengan mengukir lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, sekarang definisi baru dari literasi menunjukkan pengertian baru dalam upaya memaknai literasi dan pembelajarannya.Kini ungkapan literasi memiliki banyak variasi, seperti Literasi media, literasi komputer, literasi sains, literasi sekolah, dan lain sebagainya. Hakikat ber-literasi secara kritis dalam masyarakat demokratis diringkas dalam lima verba: memahami, meliputi, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Kesemuanya merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.

Numerasi adalah kemampuan untuk menerapkan konsep bilangan dan keterampilan berhitung dalam kehidupan sehari-hari dan menginterpretasikan informasi kuantitatif yang ada di sekitar kita. Kemampuan ini dibuktikan dengan adanya rasa nyaman terhadap bilangan dan kepandaian dalam mengaplikasikan keterampilan matematika. Kemampuan numerasi penting untuk dimiliki semua orang, terutama bagi generasi masa kini. Memiliki kemampuan numerasi mendorong mereka untuk terampil menerapkan pengetahuan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan ditujukan bagi kepentingan orang banyak. 

Literasi numerasi juga dianggap sebagai kecakapan hidup sehingga membantu seseorang dalam memecahkan permasalah sehari-hari, baik itu di sekolah, pekerjaan, rumah, dan lingkungan sekitar.

Di sekolah untuk Menumbuhkan budaya dan pembiasaan literasi SDN 2 Suntu Kota Bima menerapkan suatu program yaitu Literasi Bersama di Hari Rabu "LIBRA". Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh tenaga pendidik dan murid dengan menampilkan berbagai kegiatan secara bergilir tiap jenjang kelas setiap hari rabu. Kegiatan ini memberikan ruang bagi guru dan murid untuk mengasah bakat dan minatnya serta menampilkan berbagai inovasi kegiatan literasi yang beragam setiap minggunya. Pembagian jadwal kegiatan literasi sekolah ini dilakukan secara bergilir oleh siswa-siswa kelas rendah dan tinggi setiap hari rabu. 

Sebagai tenaga pendidik yang memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dalam membimbing murid-murid dalam menumbuhkan budaya literasi dan numerasi maka perlu untuk merancang suatu kegiatan di kelas yang mampu mendorong siswa untuk mau berpartisipasi dalam program "LIBRA" sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Namun, dalam kegiatan tersebut banyak dari murid di SDN 2 Suntu  yang tidak berani dan merasa malu untuk tampil dalam pelaksanaan kegiatan “LIBRA, selain itu kegiatan yang mereka tampilkan belum mampu untuk mendorong siswa lain untuk mengungkapkan pemahamannya terhadap apa yang disampaikan saat kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari tingkat keaktifan siswa dalam menjawab berbagai pertanyaan saat pelaksaan kegiatan "LIBRA" masih kurang, sehingga mendorong kami untuk merancang kegiatan pembelajaran literasi dan numerasi di kelas dengan melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan murid. Dengan melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan murid akan mampu untuk mewujudkan kepemimpinan siswa dalam pembelajaran. Suara murid adalah memberdayakan murid kita agar memiliki kekuatan untuk memengaruhi perubahan, memberi kesempatan bagi murid untuk berkolaborasi dan membuat keputusan dengan orang dewasa seputar apa dan bagaimana mereka belajar dan bagaimana pembelajaran mereka dinilai. Pilihan murid merupakan memberdayakan murid, mendorong keterlibatan dalam pembelajaran, dan mengenalkan pada minat pribadi dalam belajar. Kepemilikan murid mengacu pada rasa keterhubungan, keterlibatan aktif, dan minat pribadi seseorang dalam proses belajar. Jadi dengan kata lain, saat murid terhubung (baik secara fisik, kognitif, sosial emosional) dengan apa yang sedang dipelajari, terlibat aktif dan menunjukkan minat dalam proses belajarnya, maka kita dapat mengatakan bahwa tingkat rasa kepemilikan mereka terhadap proses belajarnya tinggi. Berdasarkan kesepakatan bersama dengan murid akhirnya dibuat suatu kegiatan dengan nama "Kotak Undian LIBRA."

untuk Literasi hari ini yang menjadi tugas sesuai Jadwal adalah Kelas 4A, 5A dan 6A dan di Pandu Oleh Ibu Wali Kelas 4A Ibu Dian Istiana, S.Pd Walikelas 5A Ibu Sri Hartati, S.Pd dan Wali Kelas 6A ibu Hj.Ferawati, S.Pd.SD.

berikut Dokumentasi kegiatan